Membiasakan Hidup Bersih: Langkah Sederhana Mencegah Stunting Sejak Dini

Authors

  • Dwi Indah Kartika Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Pratiwi Nurhascaryani Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Meyke Jayanti Kinasih Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Fitri Kusuma Febriani Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Yohannes Yulianto Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Andi Siti Nur Annisa Reyan Razy Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.70427/smartdedication.v3i1.261

Keywords:

PHBS, Stunting, Edukasi Masyarakat, Sanitasi, Desa Tani Mulya

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam upaya pencegahan stunting. Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas hidup anak dalam jangka panjang. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama terkait sanitasi, kebersihan lingkungan, dan pola hidup keluarga. Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat masih menghadapi keterbatasan akses air bersih, sanitasi rumah tangga yang belum optimal, serta kebiasaan hidup sehat yang belum konsisten, sehingga berpotensi meningkatkan risiko stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik PHBS sebagai langkah preventif terhadap stunting sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui lima tahapan, yaitu (1) identifikasi masalah, perencanaan, (2) edukasi dan penyuluhan, (3) simulasi PHBS dan cuci tangan pakai sabun (CTPS), (4) serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan terhadap 14 responden yang terdiri dari kader PKK, ASN desa, dan anggota Dasawisma menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan penerapan PHBS, dengan skor meningkat dari 3,42 (kategori Baik) pada pre-test menjadi 3,88 (kategori Sangat Baik) pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi PHBS berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam mendukung pencegahan stunting dan penguatan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

References

Anggraeni, Rony, & Sari. (2025). Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Melalui Edukasi dan Aktivitas Kesehatan . Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 167-175.Vol. 2 No. 2. DOI: https://doi.org/10.70427/smartdedication.v2i2.218

Arriyanti R., Saefurrohim M. Z., & Rahayu, E. P. (2025). The effect of water, sanitation, and hygiene (WASH) on stunting in Indonesian children: A systematic review. Jurnal Keperawatan Malang, 10(1), 18–30. https://doi.org/10.36916/jkm.v10i1.357

Pemerintah Kota Bandung, (2019). Kecamatan Ngamprah dalam Angka 2019. Bandung: BPS Kabupaten Bandung Barat.

BPS, B. P. (2019). Kecamatan Ngamprah dalam Angka 2019. Bandung Barat: BPS Kabupaten Bandung Barat.

Batool, M., et al. (2023). The Association between Sanitation, Hygiene, and Stunting in Southern Punjab, Pakistan. BMC Public Health, 23, Article 17135 Relationship of Stunting with Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) Practices among Children under the Age of Five: A Cross-Sectional Study in Southern Punjab, Pakistan. BMC Public Health, 23, Article 17135. https://doi.org/10.1186/s12889-023-17135-z.

Cameron, L., et al. (2021). Childhood stunting and cognitive effects of water and sanitation in Indonesia. Economics and Human Biology, 40, Article 100944. https://doi.org/10.1016/j.ehb.2020.100944

Cinu, S. (2024). Perilaku hidup bersih dan sehat sebagai promosi kesehatan dan pencegahan stunting di Desa Ogolugus, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Main Health & Development Online (MAINDO)

Haruma. (2022). Pembangunan Desa Swakarya Menuju Kemandirian Masyarakat. Bandung: Pustaka Daerah.

Hasanah, U., Maria, I. L., Jafar, N., Hardianti, A., Mallongi, A., & Syam, A. (2020). Water, Sanitation and Hygiene Analysis, and Individual Factors for Stunting among Children under Two Years in Ambon. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 8(T2), 22–26. https://doi.org/10.3889/oamjms.2020.5177

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, I. R. (2022). Pedoman Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga. Jakarta: Kemenkes RI.

Nurhidayati, V. A., & Riyadi, H. (2022). Quality of Water Sources, Sanitation, and Hygiene in Households with Stunted Children in Rural and Urban Areas in West Java. Amerta Nutrition, 6(1SP), 13–18. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1SP.2022.13-18

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, B. B. (2023). Kecamatan Ngamprah dalam Angka 2019. Bandung: BPS, Kabupaten Bandung.

Rahardjo, S., Kusuma Wati, E., & Apriliciliana Aryani, A. (2025). Effect of Infection and Environmental Sanitation on Stunting among Toddlers in Rural Areas during the COVID-19 Pandemic. Indonesian Journal of Human Nutrition, 12(1), 52–59. https://doi.org/10.21776/ub.ijhn.2025.012.01.5

Rahmawati, & Yuliana. (2025). Peran Edukasi Berbasis Rumah dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Pedesaan Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, Volume(Issue), 45–54. https://doi.org/xxxxxxxxxxx

Rah, J. H., Sukotjo, S., Badgaiyan, N., Cronin, A. A., & Torlesse, H. (2020). Improved Sanitation is Associated with Reduced Child Stunting Amongst Indonesian Children under 3 Years of Age. Maternal & Child Nutrition, 16(Suppl. 2), e12741. https://doi.org/10.1111/mcn.12741

Safitri, Y., Farianti Amran, H., Afri Ningsih, R., Nindya Kirana, D., Zakiah Zulfa, S., Dewinny Septalia Dale, & Ariyani, D. (2024). Penyuluhan Kesehatan dan Pemantauan Perkembangan Anak Usia Dini dengan Pemanfaatan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan di Laboratorium Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 119–127. https://doi.org/10.70427/smartdedication.v1i2.52

Saro, N. (2025). Pengaruh perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 2–5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Tahun 2025. Jurnal Medicare, 4(3), 588–594. https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v4i3.255

Silva, J. R. M., Vieira, L. L., & Abreu, A. R. M. (2023). Water, Sanitation, and Hygiene Vulnerability in Child Stunting in Developing Countries: Systematic Review and Meta-Analysis. Public Health, 219, 117–123.

UNICEF, U. N. (2023). Improving Water, Sanitation and Hygiene (WASH) to Prevent Stunting in Indonesia. Jakarta: UNICEF Indonesia.

WHO. (2024). Household Hygiene, Sanitation, and Nutrition Interventions to Reduce Childhood Stunting: Global Report. Geneva: WHO.

Woldesenbet, B., Tolcha, A., & Tsegaye, B. (2023). Water, Hygiene and Sanitation Practices are Associated with Stunting among Children of Age 24–59 Months in Lemo District, South Ethiopia, in 2021: Community-Based Cross-Sectional Study. BMC Nutrition, 9(1), 17. https://doi.org/10.1186/s40795-023-00677-1

Yudistira, S. (2024). Peran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sanitasi Lingkungan dalam Pencegahan Stunting. Jurkessia.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

Indah Kartika, D., Nurhascaryani, P., Jayanti Kinasih, M., Kusuma Febriani, F., Yulianto, Y., & Siti Nur Annisa Reyan Razy, A. (2026). Membiasakan Hidup Bersih: Langkah Sederhana Mencegah Stunting Sejak Dini. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 20–32. https://doi.org/10.70427/smartdedication.v3i1.261