Revitalisasi Wayang Wong Priangan melalui Pendampingan Penciptaan Dramatari "Srikandi Bhuana" di Sanggar Getar Pakuan Kota Bogor

Authors

  • Een Herdiani Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Ai Mulyani Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Ismet Ruhimat Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Muhammad Mughni Munggaran Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Ika Sartika IPB University

DOI:

https://doi.org/10.70427/smartdedication.v3i2.341

Keywords:

Wayang Wong Priangan, Srikandi Bhuana, Revitalisasi Seni, Inovasi Seni, Regenerasi Penari

Abstract

Eksistensi Wayang Wong Priangan saat ini menghadapi tantangan regenerasi yang serius akibat dominasi genre tari populer dan dampak stagnasi pascapandemi COVID-19. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses revitalisasi  Wayang Wong Priangan di Sanggar Getar Pakuan, Kota Bogor, melalui pendampingan penciptaan karya inovatif bertajuk "Srikandi Bhuana". Metode pelaksanaan meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan intensif berbasis nilai filosofis, penerapan teknologi di panggung, hingga pementasan publik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa integrasi narasi epik Bharatayudha dengan inovasi artistik, seperti penggunaan teknologi laser pada properti panah, berhasil meningkatkan apresiasi masyarakat dan minat generasi muda secara signifikan. Capaian program melampaui target dengan keterlibatan 75 pelaku seni dan sambutan antusias dari ribuan penonton di Alun-Alun Kota Bogor. Kesimpulannya, reinterpretasi tradisi melalui kemasan yang relevan dengan ekosistem digital dan kolaborasi lintas institusi merupakan strategi kunci dalam memastikan keberlanjutan seni pertunjukan tradisional di era modern.

References

Anggoro, B. (2018). “Wayang dan Seni Pertunjukan” Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai Seni Pertunjukan dan Dakwah. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 2(2), 122. https://doi.org/10.30829/j.v2i2.1679

Caturwati, E. (2025). Tari di Tatar Sunda; edisi kedua. Sunan Ambu Press.

Hartati, S., & Gani, A. (2020). Pelestarian Nilai Budaya Melalui Pelatihan Tari Tradisional Bagi Generasi Muda. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 15–22.

Herdiani, E., Mulyani, A., Ruchimat, I., & Sartika, I. (2025). Laporan Akhir Program PISN berjudul Revitalisasi Sanggar Seni Getar Pakuan Melalui Penciptaan Tari Wayang “Srikandi Bhuana” Sebagai Inovasi Seni di Kota Bogor.

Noviana Pundeking Laman, E., Darlan, S., & Indrajaya, K. (2023). Manajemen Life Skills Pada Sanggar Seni dan Budaya Riak Renteng Tingang Palangka Raya. Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(1), 67–77. https://doi.org/10.33084/neraca.v9i1.6214

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP MINAT GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL INDONESIA. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616

Praditya, R. (2021). Manajemen Komunitas Seni Non-Formal dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 88–95.

Primasari, D. (2019). PROSES REVITALISASI TARI PAKARENA LAIYOLO OLEH SANGGAR SELAYAR ART DI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR. Gelar : Jurnal Seni Budaya, 16(2), 157. https://doi.org/10.33153/glr.v16i2.2487

Ruastiti, N. M., Komang Sudirga, I., & Yudarta, G. (2020). Aesthetic Performance of Wayang Wong Millennial. International Journal of Innovation, Creativity and Change. Www.Ijicc.Net, 13(7), 678–692. www.ijicc.net

Rusliana, I. (2016). WAYANG WONG PRIANGAN Tinjauan Dari Aspek Pertunjukan. Jurnal Seni Makalangan, 3(2), 1–19. https://doi.org/https://doi.org/10.26742/mklng.v3i2.886

Setiawati, R., Apriani, A., & Wasta, A. (2025). Revitalisasi Gerak Tari Nyalawena Di Kabupaten Cianjur. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni, 4(1), 108–110. https://doi.org/10.62379/jishs.v4i1.3469

Syahrul, S., & Rahmi, A. (2022). Strategi Pengembangan Manajemen Sanggar Seni dalam Meningkatkan Eksistensi Budaya Lokal. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 45–53.

Wasesa News. (2025, December 20). Sejarah Baru di Alun-Alun Bogor: Kemegahan Drama Tari Wayang Srikandi Bhuana Pikat Ribuan Warga. The Wasesa News. thewasesanews.com

Widiastuti, N. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Lokal melalui Inovasi Seni Pertunjukan Berbasis Potensi Wilayah. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 15–28.

Wijayanto, W., Fajrie, N., & Zahro, N. F. (2024). Melintasi Globalisasi MELINTASI ERA GLOBALISASI : EKSPLORASI STRATEGI PELESTARIAN SENI KETHOPRAK WAHYU MANGGOLO DI KABUPATEN PATI. GETER : Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 6(2), 71–79. https://doi.org/10.26740/geter.v6n2.p71-79

Yahyar, H., Kar, E. S., Sn, M., Satria, H., Pd, S., Pd, M., & Mayasari, ; Annisa. (2019). MANAJEMEN SANGGAR SENI TARI SABAI NAN ALUIH KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU. Koba: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari Dan Musik, 6(1), 18–25. https://doi.org/https://doi.org/10.25299/koba.2019.7883

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Herdiani, E., Mulyani, A., Ruhimat, I., Mughni Munggaran, M., & Sartika, I. (2026). Revitalisasi Wayang Wong Priangan melalui Pendampingan Penciptaan Dramatari "Srikandi Bhuana" di Sanggar Getar Pakuan Kota Bogor. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 239–250. https://doi.org/10.70427/smartdedication.v3i2.341