Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Penyakit Tidak Menular di Dusun Taman Jaya, Desa Piru, Kabupaten Seram Barat
DOI:
https://doi.org/10.70427/sh.v2i4.260Keywords:
Penyakit Tidak Menular, Posyandu, Skrining Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Komunitas PesisirAbstract
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di wilayah Maluku yang memiliki tantangan geografis serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya deteksi dini dan pengendalian PTM di tingkat komunitas, khususnya pada masyarakat pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan terpadu dalam Posyandu yang merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura tahun 2025 di Dusun Taman Jaya, Desa Piru, Kabupaten Seram Barat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memetakan kondisi PTM serta mengidentifikasi faktor risiko sebagai dasar perencanaan edukasi dan upaya pengendalian PTM berbasis masyarakat. Metode yang digunakan berupa pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan deskriptif potong lintang pada 85 warga yang berpartisipasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 58,8% peserta memiliki minimal satu jenis PTM, dengan prevalensi hipertensi sebesar 40%, diabetes melitus 14,1%, hiperurisemia 37,6%, dan hiperkolesterolemia 9,4%. Kondisi PTM lebih banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 60 tahun. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan upaya pengendalian PTM melalui edukasi gaya hidup sehat, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pelaksanaan skrining kesehatan secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat pesisir
Downloads
References
Alfaqeeh, M., Alfian, S. D., & Abdulah, R. (2024). Factors associated with diabetes mellitus among adults: Findings from the Indonesian Family Life Survey-5. Endocrine and Metabolic Science, 14, Article 100161. https://doi.org/10.1016/j.endmts.2024.100161
Eva Rayanti, R., Santika Ubro, M., Ambar Sasi, G., & Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana. (2023). Kebiasaan makan suku Alune dengan hiperurisemia. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 9(2). http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEPERAWATAN
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman nasional pelayanan kedokteran: Tata laksana hipertensi dewasa. Kementerian Kesehatan RI.
Kharomah, L. N., Tanjung, L. A., Helmi, B., Rismayanti, R., & Hajari, S. (2024). Peningkatan kesejahteraan keluarga melalui edukasi kesehatan mental orang tua: Perspektif Islam. Smart Humanity: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 183–194.
Manuaba, R. W., Marpaung, B., Pramudiyo, R., Faridin, Syahriani, F., Hellmi, R. Y., et al. (2024). Pedoman diagnosis dan tatalaksana hiperurisemia & artritis gout. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. http://bit.ly/BukuGoutIRA2024
Mancia, G., Kreutz, R., Brunström, M., Burnier, M., Grassi, G., Januszewicz, A Kjeldsen, S. E. (2023). 2023 ESH guidelines for the management of arterial hypertension. Journal of Hypertension, 41(6), 873–980. https://www.jhypertension.com
Mills, K. T., Stefanescu, A., & He, J. (2020). The global epidemiology of hypertension. Nature Reviews Nephrology, 16(4), 223–237. https://doi.org/10.1038/s41581-019-0244-2
Patel, S. B., Wyne, K. L., Afreen, S., Belalcazar, L. M., Bird, M. D., Coles, S., Zilbermint, M. (2025). American Association of Clinical Endocrinology clinical practice guideline on pharmacologic management of adults with dyslipidemia. Endocrine Practice, 31(2), 236–262. https://doi.org/10.1016/j.eprac.2024.09.016
Prayogi, A., Nasrullah, R., Rahayu, E. P., Mumtazah, A., & Khilda, I. N. (2025). Upaya pengabdian kepada masyarakat Desa Kemplong Kabupaten Pekalongan melalui pendataan sertifikasi halal bagi usaha kecil dan mikro. Smart Humanity: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 83–92.
Rahanra, S. R., Asmin, E., Irwan, Kailola, N., & Hataul, I. A. H. (2025). Risk factors associated with hypertension among adults aged 19–64 years in Ohoijang Watdek, Southeast Maluku. Sriwijaya Journal of Medicine, 8(2), 150–160. https://doi.org/10.32539/sjm.v8i2.334
Soelistijo, S. A., Suastika, K., Lindarto, D., Decroli, E., Permana, H., Sucipto, K. W., et al. (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2024. PB PERKENI.
Tim Riskesdas Provinsi Maluku. (2019). Laporan provinsi Maluku Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Trihono, Thaha, R., Musadad, A., Junadi, P., Kusnanto, H., Sugihantono, A., Ariawan, I. (2023). Survei kesehatan Indonesia 2023 dalam angka: Data akurat kebijakan tepat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
World Health Organization. (2022). Noncommunicable diseases progress monitor 2022. World Health Organization.





