Penerapan Instore dryer system untuk Menekan Susut Pascapanen Bawang Merah di Desa Taruman

Authors

  • Aji Hildan Ferdiansyah Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Muhammad Ayyub Abiyasa Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Wendy Sarasjati Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Laily Muntasiroh Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.70427/sh.v3i3.358

Keywords:

Bawang Merah, Instore Dryer System, Pascapanen, Teknologi Tepat Guna, Pemberdayaan Petani

Abstract

Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dengan kontribusi sebesar 14.032 kuintal atau sekitar 15% dari total produksi bawang merah Kecamatan Klambu pada tahun 2025. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah proses pengeringan yang masih dilakukan secara konvensional dan bergantung pada kondisi cuaca. Kondisi tersebut menyebabkan waktu pengeringan mencapai sekitar 7 hari serta meningkatkan risiko susut bobot, kebusukan, dan penurunan mutu yang berdampak pada nilai jual hasil panen. Tim PPK Ormawa Pimpinan Komisariat IMM Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Semarang menerapkan Instore Dryer System berbasis tenaga surya sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan efektivitas pengeringan dan penyimpanan bawang merah. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan partisipatif, meliputi identifikasi permasalahan dan kebutuhan, perancangan serta pembuatan sistem pengering, sosialisasi dan pelatihan kepada 15 petani, praktik operasional, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa Instore Dryer System mampu mempercepat pengeringan dari sekitar 7 hari menjadi 3 hari. Program juga memperkuat kelembagaan melalui pengembangan BUMDes sebagai pengelola unit usaha bawang merah dan kemitraan sister village dengan Desa Kandangrejo. Penerapan teknologi ini mendukung efisiensi pascapanen, peningkatan kapasitas petani, penguatan ekonomi desa, dan keberlanjutan pengelolaan komoditas bawang merah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, A. L., & Solihin, D. (2025). Hilirisasi Pangan Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi. Jl. Medan Merdeka Selatan, 10110(55). https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/jpeaku

Badan Pusat Statistik Kabupaten Grobogan. (2025). Kecamatan Klambu dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Grobogan.

Hadiyanti, P., Darmawan, D., Sasmita, K., & Jafar, M. M. (2024). Empowering Rural Entrepreneurship: Innovating Through Village-Owned Enterprises. Journal of Nonformal Education, 10(2), 414–424.

Hadiyanti, P., Darmawan, D., Sasmita, K., Jafar, M. M., & Dalimunthe, H. H. B. (2024). Empowering Rural Entrepreneurship: Innovating Through Village-Owned Enterprises. Journal of Nonformal Education, 10(2), 414–424. https://doi.org/10.15294/jone.v10i2.5998

Mustajib, M. I., Hasan, F., Wahyuningrum, R. T., Ibrohim, I. M. M., Yudiansyah, H. T., Islam, M. I., Prasetyo, R., & Albarizy, F. (2025). Hybrid Solar-LPG Dryer for Efficient Shallot Post-Harvest Drying. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 16(1). https://doi.org/10.21070/ijccd.v16i1.1200

Philip, N., Duraipandi, S., & Sreekumar, A. (2022). Techno-Economic Analysis of Greenhouse Solar Dryer for Drying Agricultural Produce. Renewable Energy, 199, 613–627. https://doi.org/10.1016/j.renene.2022.08.148

Prabawati, S., Widayanti, S. M., Sulistyaningrum, A., Setyadjit, Arif, A. Bin, Winarti, C., Jamal, I. B., Munarso, S. J., Waryat, Budiyanto, A., & Risfaheri. (2026). Physiology, Nutrition, and Postharvest Technology on Shallots ({Allium cepa} L. aggregatum): A Review. Scientifica, 2026, 8328535. https://doi.org/10.1155/sci5/8328535

Sharshir, S. W., Joseph, A., Peng, G., Kandeal, A. W., Abdullah, A. S., Abdelaziz, G. B., Edreis, E. M. A., & Yuan, Z. (2023). Recent Efforts in Developing Agricultural Product Drying Processes Using Solar Energy. Solar Energy, 257, 137–154. https://doi.org/10.1016/j.solener.2023.04.022

Suherman, S., Rizky, M. F., Fikri, Z. B., Hadiyanto, H., Vincevica-Gaile, Z., Khan, A. S., Yandri, E., & Iswahyudi, I. (2023). Effect of Drying Temperature on Bioactive Compound Content of Red Onion Using Photovoltaic Ventilation Solar Dryers. Sarhad Journal of Agriculture, 39(Special Issue 1), 23–35. https://doi.org/10.17582/journal.sja/2023/39/s1.23.35

Suravi, T. I., Hasan, M. K., Jahan, I., Shopan, J., Saha, M., Debnath, B., & Ahammed, G. J. (2024). An Update on Post-Harvest Losses of Onion and Employed Strategies for Remedy. Scientia Horticulturae, 338, 113794. https://doi.org/10.1016/j.scienta.2024.113794

Sustiyana, Y., & Nazizah, F. (2025). Strategi Praktis Untuk Mempercepat Ekonomi Sirkular Pada Rantai Pasokan Bawang Merah Lokal Varietas Rubaru. Jurnal Agrosains Karya Kreatif Dan Inovatif, 10(1), 65–86. https://doi.org/10.31102/agrosains.2025.10.1.65-86

Tjahjohutomo, R., Budiharti, U., Unadi, A., Parikesit, A., Samudiantono, A., Hidayat, T., & Risfaheri. (2024). Development and Implementation of Shallot Drying Storage Model (In-Store Dryer) in Solok District, West Sumatera. AIP Conference Proceedings, 2957(1), 50006. https://doi.org/10.1063/5.0184087

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Ferdiansyah, A. H., Ayyub Abiyasa, M., Sarasjati, W., & Muntasiroh, L. (2026). Penerapan Instore dryer system untuk Menekan Susut Pascapanen Bawang Merah di Desa Taruman. SMART HUMANITY : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 122–136. https://doi.org/10.70427/sh.v3i3.358

Issue

Section

Articles